banner 728x250

Konsultasi Komisi I ke BPHN KemkumHAM RI

banner 120x600

SAMBAS, Komisi I DPRD Kabupaten Sambas, melakukan kunjungan kerja ke Pusat Pembudayaan dan Bantuan Hukum Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesias, Jumat (12/1). Kunker tersebut dalam rangka konsultasi terkait penyelenggaraan bantuan hukum di daerah.

Kunker dipimpin langsung Ketua DPRD Kab Sambas H Abu Bakar didampingi Wakil Ketua II DPRD Kab Sambas Sehan A Rahman dan Ketua Komisi I Lerry Kurniawan Figo bersama seluruh anggota Komisi I DPRD Kab Sambas.

Rombongan DPRD Kab Sambas disambut langsung Kepala Pusat Pembudayaan dan Bantuan Hukum, Sofyan dan jajarannya di Ruang Rapat Pusat Pembudayaan dan Bantuan Hukum BPHN. Ketua DPRD Kab Sambas mengatakan, kunker kali dalam rangka mengkonsultasikan Implementasi Peraturan Daerah Bantuan Hukum untuk Masyarakat Miskin.

“Alhamdulillah, Audiensi rombongan Komisi I DPRD Kab Sambas diterima langsung Kepala Pusat Pembudayaan dan Bantuan Hukum, terkait penyelenggaraan bantuan hukum untuk masyarakat miskin di daerah. Banyak informasi yang kita dapat dari konsultasi ini,” ujar Ketua DPRD Kab Sambas.

Informasi dari BPHN lanjut Ketua DPRD mengatakan bahwa pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran penyelenggaraan bantuan hukum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

“Program ini dapat meringankan beban biaya hukum yang harus ditanggung oleh masyarakat tidak mampu saat menghadapi permasalahan hukum,” tutur Ketua.

Lerry Kurniawan Figo, Ketua Komisi I DPRD Kab Sambas, mengemukakan hal yang senada dengan Ketua DPRD Kab Sambas. Kata dia, menjelaskan bahwa Kabupaten Sambas telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Bantuan Hukum.

“Namun, hingga saat ini, perda tersebut belum dilaksanakan secara optimal. Perda yang dimaksud yaitu Perda Nomor 11 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Bantuan Hukum,” jelas Ketua Komisi I.

Tentu mekanisme penyelenggaraan bantuan hukum tersebut tegas dia harus memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum dan aturan pelaksanaannya.

Sesuai hasil konsultasi ke BPHN, Figo menyebutkan Penggunaan anggaran bantuan hukum, baik yang bersumberdari APBN, APBD, Dana Desa, maupun dana lainnya dilakukan dengan melibatkan Pemberi Bantuan Hukum (PBH) yang telah terakreditasi dan terverifikasi oleh BPHN Kemenkumham.

“Dengan adanya aturan atau perda dimaksud, sebenarnya menjadi payung hukum dalam memberikan bantuan hukum bagi warga kita. Hanya saja, hingga saat ini, pelaksanaan perda tersebut belum diimplementasikan dengan baik. Ini menjadi perhatian kita bersama,” tandas Figo. (And)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *